Senin, 23 Maret 2020

Batam - Satpol PP Kota Batam menghentikan acara pesta pernikahan yang dilangsungkan di Hotel berbintang pda Sabtu (21/3/2020) malam.

Penghentian acara pernikahan di Swiss-Bellhotel Harbour Bay, Jodoh, Batu Ampar, Kota Batam tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran Corona yang belakangan mewabah di tanah air.


Takut Corona, Pesta Kawinan di Hotel Berbintang Dibubarkan Satpol PP Batam
 Kabid Trantib Satpol PP Kota Batam Imam Tohari saat membubarkan pesta nikah di sebuah hotel di Batam


Saat pembubaran tersebut, Kabid Trantib Satpol PP Kota Batam Imam Tohari sempat naik panggung pelaminan dan mengimbau kepada tamu undangan untuk membubarkan diri secepatnya.
"Mengimbau dan memohon, sesegera untuk meninggalkan tempat," ujar Imam Tohari di atas panggung seperti diberitakan Batamnews.co.id-jaringan Suara.com pada Minggu (22/3/2020).
Langkah yang dilakukan Satpol PP Kota Batam tersebut berdasar pada aturan pembatasan pagelaran massal termasuk resepsi pernikahan melalui Surat Edaran nomor 224 tahun 2020 tentang Upaya Bersama Peningkatan Kewaspadaan terhadap Resiko Penularan Infeksi Virus Corona Disease 2019 (COVID-19).

Surat edaran tersebut ditujukan pada usaha kepariwisataan dan perdagangan yang ditandatangani Wakil Wali Kota Amsakar Achmad pada 18 Maret 2020 lalu.
Meski begitu, upaya Satpol PP Kota Batam tersebut dinilai berlebihan. Lantaran di kawasan Jodoh, beberapa diskotik, tempat hiburan malam masih beroperasi dengan bebas.

Editor: Ismail
Sumber: Suara.com

Batam– Seorang suspect corona berinisial CN, warga Marina, Tanjunguncang, kabur dari IGD Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batuaji.
Ia kabur saat akan dimasukkan ke ruang isolasi sekira pukul 19.00 WIB, Jumat (20/3/202).

Pihak IGD RSUD sendiri sudah berusaha menjelaskan bahwa ia harus diisolasi, namun CN tetap menolak.
Wanita kelahiran Medan 1993 ini enggan diisolasi karena memiliki anak kecil.
Pihak kepolisian dan kecamatan sempat dibuat repot terkait sikap CN ini. Sebab, informasi awal CN ini pasien positif Covid-19 yang kabur dari RSUD.
Namun setelah ditelusuri, rupanya dia pasien dalam pengawasan (PDP), namun menolak diisolasi.
Kabid Dokkes Polda Kepri, Kombes Pol Muhammad Haris, yang dihubungi tadi malam membenarkan adanya PDP yang kabur dari RSUD.
“Sedang dalam pencarian malam ini (Jumat 20 Maret 2020, red).  Nanti kalau dapat kami kabari,” ujarnya.

Ilustrasi
Kapolresta Barelang, AKBP Purwadi Wahyu Anggoro yang dihubungi Jumat malam, sudah mengerahkan anggotanya untuk menjemput PDP yang kabur itu.
Jajaran Polsek Batuaji juga mengerahkan anggotanya mencari CN.
“Anggota masih di lapangan mencarinya,” ujar Kapolres.
Mengenai kaburnya PDP itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi, membenarkan.

“Dia pasien baru RSUD. Baru kembali dari Malaysia. Karena ada gejala pneumonia, maka petugas IGD RSUD memindahkan pasien ini ke ruangan isolasi,” jelasnya.
“Namun, tidak tahu kenapa pasien memilih meninggalkan rumah sakit tanpa izin,” ujar Didi lagi.
Kondisi ini tentu menimbulkan keresahan. Karena tanpa pasien sadari, ada risiko menularkan virus kepada orang lain yang kontak langsung dengannya.

“Ini yang kami upayakan agar tidak terjadi. Makanya kami saran-
kan menjalani tes dan bersedia dirawat. Tapi malah pergi,” sebutnya.
Pasien terdaftar masuk ke rumah sakit bagian Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Jumat (20/3/2020) sekitar pukul 18.30 WIB dan langsung ditangani petugas medis.

Saat akan dipindahkan pasien meninggalkan rumah sakit
sekitar pukul 19.00 WIB. Saat ini, tim Satgas Covid-19 juga sedang di lapangan menjemput pasien dan memastikan dia mengikuti tes dan menjalani perawatan di ruangan isolasi.

“Belum sempat dites. Bahkan swab saja belum diambil, tapi karena ada gejala pneumonia petugas meminta pasien pindah ke ruangan isolasi. Namun malah pergi,” terang Didi.

Ia mengimbau demi keselamatan banyak pihak, warga yang merasakan gejala demam, pilek, flu yang berlangsung lebih dari tiga hari agar memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Terutama mereka yang pernah memiliki riwayat perjalanan dari kota dan negara terjangkit.
“Sekarang kondisi sudah berbeda pasca ada dua pasien positif. Jadi kami minta warga bisa membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus ini,” kata dia.

editor: ismail
sumber: batampos

          Kecenderungan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan yang luar biasa, Hal ini menjadi ancaman serius terhadap berbagai aspek kehidupan manusia, berbangsa dan bernegara.


         Penanggulangan tidak saja membutuhkan komitmen dan kesanggupan semua pihak, tetapi juga aksi nyata dari berbagai unsur baik dari pemerintah, dunia usaha, ormas/LSM serta orang per orang yang cinta/peduli terhadap keluarga, bangsa dan negara.

 "Sebagai bentuk kepedulian anak bangsa terhadap peredaran narkoba yang kian marak, maka Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei oleh Bangsa Indonesia kami jadikan sebagai momemtum lahirnya sebuah organisasi Anti Narkoba yang kami beri nama Indonesia AntiNarkoba, disingkat Insano. Yaitu sebuah organisasi spesifik bergerak dibidang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), "Demikian dikatakan Sismanu, Ketua Umum Indonesia Anti Narkoba (INSANO) yang juga sebagai Pendiri/anggota Presidiun Nasional (Presnas) Fokan pada acara Deklarasi Insano di Museum Nasional Sumpah Pemuda Kramat Raya Jakarta, Jumat 20 Mei 2016

img-20160520-wa0053-5754effb937e61f41811c78e.jpg


        Indonesia Anti Narkoba didirikan oleh para aktivis anti narkoba yang berdomisili di 7 Provinsi. Legalitas formal sebagai ormas berbadan hukum sudah rampung diselesaikan sebelum deklarasi. Ketika ditanyakan hubungannya Insano dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) mengingat namanya mirip dengan lembaga Negara. Sismanu Mengatakan. “Indonesia Anti Narkoba sebagai organisasi independen. Hubungan Insano dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) secara otomatis sebagai mitra, mengingat Insano dibuat sebagai organisasi spesifik bergerak dibidang P4GN, ”jelasnya
img-20160520-wa0015-5754f0221bafbdea1a3b9954.jpg

    GB : Marsma TNI Lukas Pamardi, Pembina Insano, sedang diwawancara media.   

Pada kesempatan yang sama, Marsma TNI Lukas Pamardi, Pembina Insano pada sambutannya mengatakan agar Insano bisa berguna bagi masyarakat luas. Insano harus segera dibentuk diseluruh Indonesia. Kehadiran organisasi Anti narkoba sangat diperlukan didaerah2 untuk membantu Pemerintah. Marsma TNI Lukas yang berdinas di Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) Mengatakan Narkoba merupakan musuh bersama, musuh bangsa, maka sebagai TNI saya merasa terpanggil bergabung di Indonesia Anti Narkoba, "ujarnya
       Sementara itu Aminudin, salah satu pendiri Insano mengatakan, “Untuk seluruh Kalimantan, segera saya bentuk setelah Pelantikan Insano Kalimantan Timur yang saya rencanakan sebelum Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 26 Juni mendatang, "Demikian Aminudin, salah satu pendiri yang berdomisili di Samarinda, Kalimantan Timur. Rencana awal Juni, akan menyelenggarakan kampanye dan kaderisasi penyuluh anti narkoba untuk para Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Remaja Mesjid, Gereja dan Tokoh-tokoh agama lainnya se Kalimantan Timur.
img-20160520-wa0042-5754f1cd2023bd590fb2af51.jpg

        Melihat kebelakang lahirnya Insano, sungguh fenomenal, dimana 17 pendiri Insano, sepuluh diantaranya adalah Pendiri/anggota Presidium Nasional Fokan. Yaitu organisasi yang dibentuk BNN sebagai wadah  berhimpun organisasi anti narkoba di Indonesia. Note bene adalah Ketua-ketua organisasi yang sudah malang melintang bergerak dibidang P4GN. Dan salah satunya anggota Presnas Fokan yang menjadi pendiri Insano adalah H. Anhar Nasution Sekretaris Jenderal Presidium Nasional Fokan.

editor : ismail
sumber : kompas 

Minggu, 13 Januari 2019

Malaysia. 13 Januari 2019 - Telah terjadi Trafiking ( Penjualan Manusia ) dan Penipuan yang di alami oleh 2 orang Warga Negara Indonesia di Malaysia, Korban di Janjikan untuk bekerja di Malaysia di Johor Bahru Malaysia dengan menggunakan Permit kerja.

ANNISA
Namun yang terjadi 2 Warga Negara Indonesia di berangkatkan ke Malaysia dengan menggunakan Passport Pelancong, Sesampai di Malaysia 2 Warga Negara Indonesia tersebut ternyata di Tipu dan di Jual kepada Agen yang ada di Malaysia.


Adapun Nilai jual Manusia tersebut seharga Rm. 8.000 Ringgit, Korban yang masih memiliki hubungan keluarga ( Ibu dan Anak  bernama SUKMAWATI dan ANNISA ) di kurung dan disekap di kunci dari luar, Korban boleh kembali ke Johor bila telah mengembalikan uang senilai Rm. 8.000 Ringgit.

Korban yang beragama Islam dan selalu menunaikan Sholat dipaksa untuk merawat Anjing, termasuk membuang kotoran Anjing, Anjing selalu menjilat- jilat korban hingga untuk Sholat korban tak bisa, Korban dipekerjakan dari jam 05.00 Pagi hingga 09.00 Malam tanpa istirahat.


Korban bernama Annisa tidak kuat hingga korban sakit dan dalam  ketakutan, Korban di jaga oleh Agen yang galak. Majikan korban adalah seorang India.

Sampai berita ini di turunkan Pihak KBRI dan KJRI telah merespon dan menayakan lokasi serta nomor yang bisa dihubungi, Namun kedua korban belum pernah dihubungi oleh Kedutaan Indonesia.


Semua dokument baik PASSPORT,KTP,KK Ditahan oleh Majikan hingga korban tidak memiliki dokument yang di pegang. dan  tidak  diberi kamar yang layak.

Sampai saat ini tidak pernah ada perkataan pembuatan Permit/izin bekerja oleh majikan. dan mereka  juga belum/ tidak akan mendapatkan gaji selama " Harga jual RM.8000 " Belum di Cicil.

Awak media www.Hantamkasus.com dan Hantam Kasus Pos telah memberikan data kepada Pihak KBRI dan KJRI agar mohon segera di tindak lanjuti dan dapat bekerja sama dengan Pihak Imigrasi Malaysia serta Polis Diraja Malaysia dalam menangangi PENJUALAN MANUSIA / TRAFIKING ini. Semoga tidak adalagi Warga negara Indonesia yang menjadi Korba Trafiking, dan Berharap kepada Kedutaan Indonesia / KBRI serta KJRI dan pihak-pihak yang berkait di Negara malaysia maupun di negara - negara Asing lainnya.

Jika bukan Kepada Kedutaan Besar Indonesia / KBRI kepada siapa lagi Warga Negara /Tenaga Kerja Indonesia untuk mengadukan permasalahannya. ( Hafid )




Berikut data - data yang di peroleh awak media Hantam Kasus.com.
Sukmawati
Nota Penjualan orang " Trafiking "

Komunikasi Wa dengan Korban
Alamat Majikan Ibu Sukmawati :
 Jalan enggang 18 kulai jaya perumahan plam get b 
Alamat Majikan Annisa :
No.30 jalan cassia 6/ks6 bandar botanic klang

Tanggapan dari KBRI dan KJRI 



Passport Sukmawati Sempat di Photo sebelum di tahan Majikan

Jumat, 21 Desember 2018


BATAM - Kabid Lalulintas Dinas Perhubungan Kota Batam Edward Purba mengungkapkan, pengendara yang melanggar aturan parkir dengan memarkirkan kendaraannya sembarangan akan didenda.

Aturan denda itu akan berlaku mulai Oktober 2018 dan akan ditetapkan sesuai jenis kendaraan yang melanggar.



Untuk kendaraan roda empat, misalnya, akan dikenakan denda Rp 500 ribu. Sementara untuk kendaraan roda dua Rp 175 ribu.

"Kalau mobil Rp 500 ribu, pembagiannya Rp 200 ribu untuk denda dan Rp 300 ribu untuk bayar derek. Kalau motor kita kenakan uang Rp 175 ribu. Karena kita akan angkut juga motor itu ke kantor," sebut Edward

Tidak hanya bayar Rp 500 ribu, jika lebih dari 1x24 jam kendaraan tidak dijemput di Kantor Dishub Batam, pengendara juga akan dikenakan biaya tambahan yakni Rp 300 ribu per hari.

Jadi, masyarakat yang tidak mau kantongnya bolong akibat banyaknya pengeluaran mobil karena masalah ini, diharapkan tidak memarkirkan kendaraan di bahu jalan.

"Parkirkanlah kendaraan di tempatnya sesuai aturan berlaku. Kalau di bahu jalan bisa membuat macet," tambahnya.

Kendati pemberlakuan denda ini berlaku awal Oktober 2018 mendatang, namun bukan berati saat ini masyarakat seenaknya melanggar aturan.

Karena petugas juga pasti akan menderek mobil yang parkir sembarangan.
Walaupun masih sosialisasi, setidaknya Dishub sudah menderek sebanyak 20 mobil.

"Sosialisasi masih berjalan, namun kita juga akan melakukan penderekan bagi kendaraan yang melanggar. Walaupun tidak kita kenakan denda," sambungnya.

Selain itu, nantinya Dishub Kota Batam akan membuat spanduk pemberitahuan agar masyarakat lebih paham lagi.

"Senin depan akan kita sebar spanduk yang memberitanukan kalau parkir sembarangan akan kita derek paksa. Dan pemberlakuannya awal Oktober mendatang," tegasnya.


Senin, 17 Desember 2018

BATAM  - Kawasan Welcome To Batam (WTB) menjadi salah satu tempat favorit bagi warga Batam maupun wisatawan untuk momen selfie.
Bagi warga Batam, kawasan Welcome To Batam juga sering digunakan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga ataupun teman-teman.
Sudah menjadi ikon kota, WTB berada di seputar Batam Center.

Tempat inipun terkenal dengan spot foto yang menarik bahkan menjadi identitas Kota Batam.
Jika sedang berada di Batam, tentunya sangatlah sayang, jika tidak berfoto di ikon kota Batam ini.
Dalam perkembangannya, tidak hanya tulisan
raksasa Welcome To Batam saja yang menjadi spot foto bagi para pengunjung.
Dari tangan-tangan kreatif, muncul pula beberapa spot foto yang menarik dikawasan tersebut.
Seperti spot foto dari rangkaian bunga yang berbentuk lambang hati atau cinta, miniatur jembatan Barelang, dan juga doraemon raksasa. Belum lagi kehadiran artis artis jalanan yang berdandan seperti tuyul, pocong dan bentuk hantu lainnya.

Tentunya hanya di Welcome to Batam, warga tidak takut berfoto dengan mahluk gaib, karena disana mahluk gaib itu hanyalah manusia biasa yang menghias dirinya seseram mungkin agar dijadikan objek buat berfoto.

Kepulauan Natuna dan Anambas memiliki alam yang sangat potensial untuk dikembangkan.

Selain memiliki sumber daya alam yang indah, letak geografis Natuna yang berdekatan dengan Singapura dan Hongkong juga dinilai mampu menarik minat wisatawan hingga mancanegara.

"Pantai di Natuna dan Anambas sangat cantik dan indah sekali," kata Rizal Ramli dalam konferensi pers di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jakarta, Rabu (13/7/2016).

Menurutnya, dengan pasir putih yang sangat memukau yang dimilikinya, maka kawasan tersebut juga bakal mampu menjadi area wisata resor kelas premium.

Selain itu, ujar dia, pihaknya juga telah membahas untuk mengembangkan sektor pariwisata dengan sejumlah pihak yang dinilai bisa untuk mengembangkannya.

Sebagaimana diwartakan, Menteri Pariwisata Arief Yahya segera menjadikan Natuna dan wilayah sekitarnya sebagai destinasi wisata baru.

"Sesuai arahan Presiden, Natuna akan dijadikan destinasi pariwisata," kata Arief Yahya di Jakarta, Kamis (23/6).

Menpar menyatakan pihaknya mulai merapatkan barisan dan mengonsolidasikan jajarannya untuk membangun Natuna dan sekitarnya sebagai destinasi wisata baru.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau minta pemerintah pusat menetapkan Kabupaten Natuna dan Kepulauan Anambas sebagai pintu keluar masuk kapal wisata asing.

"Kami mengusulkan ke pemerintah pusat dalam rangka pengembangan Natuna dan Kepulauan Anambas sebagai destinasi wisata maritim," kata Kepala Dinas Pariwisata Kepri Guntur Sakti, yang dihubungi Antara di Tanjungpinang, Sabtu (2/7).

Dia mengatakan permintaan yang diusulkan kepada pemerintah pusat itu cukup beralasan. Natuna dan Kepulauan Anambas berbatasan dengan negara tetangga, yang memiliki pantai yang indah.



DPRD

DPRD







KAPOLDA KEPRI

KAPOLDA KEPRI

SAPU BERSIH PUNGUTAN LIAR

Jl. Medan Merdeka Barat No. 15 Jakarta Pusat 10110 lapor@saberpungli.id Call Center : 0821 1213 1323 SMS : 1193 Telpon : 0856 8880 881 / 0821 1213 1323 No Fax : 021-3453085

Konsulat Indonesia

Iklan

Iklan

Popular Posts

TerUpdate